Minggu, 31 Juli 2016

Berkah Sebuah Ketaqwaan

Berkah Sebuah Ketaqwaan

Ada seorang pemuda yang bertaqwa. Ia mempunyai seorang guru seorang Syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh menasehati dia dan teman - temanya.
"Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Pemuda itu pergi dan menemui ibunya seraya bertanya:
"Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" sambil bergetar ibu menjawab Ayahmu itu dulu seorang pencuri."
Pemuda itu berkata, “Guruku memerintahkan kami murid-muridnya untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”
Ibunya menyela, “Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?” Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab, “Ya, begitu kata guruku.”

Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahuinya . Inilah saatnya beraksi. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh).
Ia melewati rumah tetangganya karna, ia tahu bahwa mengganggu tetangga tidaklah termasuk bertaqwa. Ia lalu melewati rumah lain. dia berkata pada dirinya. "Ini rumah anak yatim, dan Allah memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim.” 

Sampai akhirya tiba di rumah pedagang kaya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. Pemuda itu memulai aksinya masuk kerumah itu sampai menemukan tempat penyimpanan harta.
Dia menghitung harta dan memisahkan harta yang ada  dan memperkirakan berapa zakatnya. tiba-tiba tuan rumah  dan menemukan  seorang pencuri yang sedang membuka catatanya lalu ia bertanya:
"Apa yang kau perbuat dengan buku catatanku." si pencuri menjawab:
"Aku menghitung zakat  yang belum engkau keluarkan selama 6 tahun."
Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau memberikanya pada yang berhak.

Tuan rumah merasa heran dengan sika si pencuri dan bertanya: "Hai, ada apa dengan mu sebenarnya??" apa kamu gila?" sipencuri itu bercerita dari awal. Setelah tuan rumah itu mendenggar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandainnya dalam menghitung juga kejujuran kata-katanya.
kemudian berkata : "Bagaimana sekarang kalau kau kunikahkan dengan putriku dan kau ku angkat sebagai sekretaris dan juru hitungku."
ia menjawab : "Aku, setuju."
HIKMAH : "ORANG YANG BERKATA JUJUR MENDAPATKAN 3 HAL, KEPERCAYAAN,CINTA, DAN RASA HORMAT." - SAIDDINA ALI ANI THALIB

Yuuk :) liat tutorial perkenalan channel Kevin Ramda Putra
Jangan lupa SUBSCRIBE Yaa



Hamba Allah yang hidup dalam kesederhanaan, berjuang agar istiqomah di jalan kebenaran, serta senantiasa berupaya untuk berbagi kebahagiaan.

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar yang sopan. Nggak perlu promosi link blog, kalo sering-sering mampir, pasti dapet feedback kok. Tanpa para pembaca, blog ini bukan apa-apa. Hehe. Salam, Kevin Ramda Putra (@kevinramda).
EmoticonEmoticon